Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Progo 2017 di halaman Mapolda DIY

Yogyakarta - Agar terjaminnya keamanan dan kenyamanan masyarakat di wilayah D.I. Yogyakarta yang merayakan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 serta terwujudnya situasi dan kondisi kamtibmas yang aman, kondusif dan terkendali sebelum, pada saat dan pasca Natal 2017 dan tahun baru 2018, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Operasi terpusat dengan sandi Operasi Lilin Progo 2017, Kamis (21/12/2017).

Gelar Apel Operasi Lilin Progo 2017 ini dilaksanakan dihalaman Mapolda DIY, selaku Inspektur Upacara Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri M.Si., diikuti oleh seluruh Pejabat Utama Polda DIY, Personil Polda DIY, dan Instansi terkait.

Operasi Kepolisian terpusat Lilin Progo 2017 ini dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda DIY dari tanggal 23 Desember 2017 pukul 00.00 WIB s.d. 1 Januari 2018 pukul 24.00 WIB, dengan menggelar kekuatan sebanyak 3.467 personil terdiri dari 1.700 personil Polri, 261 Personil TNI dan 1.506 personil Instansi terkait.

Adapun target-target dari Operasi Lilin Progo 2017 ini adalah tempat tempat ibadah, pusat keramaian, tempat yang digunakan untuk perayaan Natal, sentra perekonomian dan benda benda yang berkitan dengan kejahatan.

Melalui siaran persnya Kabid Humas AKBP Yuliyanto, S.IK., M.Sc. menyampaikan "Kami juga membuat Pos-Pos sebanyak 42 lokasi yang terdiri dari Pospam 14 lokasi, Posyan 7 lokasi dan Pos Pantau 21 lokasi."

Posko Operasi Polda DIY bertempat di Biro Operasi Polda DIY Jl. Pajajaran (Lingkar Utara) Condongcatur Yogyakarta dengan Nomor telp 0274-4477764.

Sumber : IG @poldajogja

Kapolri menjadi narasumber Seminar Nasional "Revitalisasi Patriotisme Untuk Bela Bangsa dan Negara" di Balai Senat UGM Yogyakarta

Yogyakarta - Indonesia memiliki ragam suku, bahasa, adat, budaya, maupun agama. Saat ini Indonesia masih bersatu karena semangat sumpah pemuda 1928 dan Proklamasi kemerdekaan 1945. Selama 72 tahun Indonesia berdiri, sampai sekarang masih Survive. Keberagaman ini jika tidak kelola dengan baik, maka menjadi awal dari perpecahan.

Hal inilah yang disampaikan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., dalam Seminar Nasional yang bertema "Revitalisasi Patriotisme Untuk Bela Bangsa dan Negara" dalam Rangka Dies Natalis ke 68 Universitas Gadjah Mada yang berlangsung di Balai Senat UGM Yogyakarta, (19/12/2017).

Dalam seminar Nasional ini selain Kapolri, Narasumber seminar antara lain Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Dirjen Politik dan Pemerintahan Mayjen TNI (Purn) Soedarmo. Serta turut dihadiri diantaranya Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., Kapolda D.I.Yogyakarta Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri., M.Si., Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal, dan para civitas akademika UGM.

Menurut Kapolri, untuk mengawasi konflik, harus meminimalkan potensi potensi yang muncul. Makin banyak perbedaan makin besar potensi konflik. "Karunia Tuhan yang terbesar kepada bangsa ini adalah selama 72 tahun, kita tetap menjadi bangsa yang utuh," terang Kapolri.

Kapolri menambahkan, Potensi konflik di Asia tenggara relatif kecil. Lebih kecil dibandingkan dengan ketegangan yang terjadi di Semanjung Korea, Afganistan dengan tetanggganya, serta konflik di Timur Tengah akhir akhir ini. Asia Tenggara adalah region yang sangat aman dibanding region yang lain. Karena ada organisasi Asean di kawasan ini.

Menyinggung tentang Kompetisi ekonomi sekarang, menurut Kapolri, Indonesia memiliki peluang besar memenangkan persaingan kompetisi ekonomi. Adapun syarat suatu negara untuk dapat memenangkan kompetisi ekonomi yaitu memiliki angkatan kerja yang tinggi. (Memiliki populasi yang tinggi). Memiliki sumberdaya yang besar, memiliki luas (wilayah) yang besar untuk mengakomodir mesin produksi.

"Jika kita melihat syarat-syarat ini, maka negara tersebut akan memenangkan kompetisi ekonomi," sambungnya.

"Sebetulnya kita diberkahi oleh Tuhan untuk menjadi negara dominan. Nah pertanyaan nya apakah kita mampu memenangkan itu? Ini bisa juga menjadi bumerang bagi kita, ketika angkatan kerja yang tinggi menjadi beban. Jika hanya memiliki low skill (keterampilan rendah) dan Low education (pendidikan rendah) Ini menjadi beban bagi negara," ujar Jenderal Tito.

Jenderal Tito menambahkan, bahwa tantangan saat ini menyangkut potensi gangguan kamtibmas antara lain munculnya potensi konflik sosial, peredaran narkotika yang sangat tinggi, serta terorisme dan radikalisme.

"Didalam ruang demokrasi yang sekarang, saya melihat bahwa kalau seandainya freedom (kebebasan) yang kita buka (jalankan) saat ini akan menjadi Kontra produktif. Kita bersyukur bapak Presiden telah membentuk unit kerja Pancasila, yang kedepan akan dibesarkan menjadi setingkat menteri. Di samping itu melalui Perpu Ormas (yang baru disahkan tahun ini) jika ada ormas yang menyimpang dari Ideologi Pancasila maka harus mendapat punishment (hukuman)," tegas mantan Kapolda Metro Jaya dan Papua.

Sumber : IG @poldajogja

Polda DIY gelar Operasi Sikat Premanisme Progo 2017

Yogyakarta - Menjelang perayaan Hari Raya Natal 2017 dan perayaan Tahun Baru 2018, Polda DIY dan Jajaran menggelar kegiatan cipta kondisi dengan sasaran penyakit masyarakat.

Polda DIY dan Jajaran pada hari Selasa siang (19/12/2017) melakukan Operasi Sikat Premanisme Progo 2017 dibeberapa titik di wilayah hukum Polda DIY dengan sasaran penyakit masyarakat terutama Pemberantasan Premanisme.

Dalam Operasi Sikat Premanisme Progo 2017 tersebut melibatkan beberapa fungsi Kepolisian Reserse Kriminal Umum, Sabhara, Intelkam, Propam dan Dokkes. Operasi juga dibagi dalam 2 Tim yaitu Tim 1 di Barat dan Tim 2 di wilayah Timur dan berhasil mengamankan sekitar 37 orang.

Dari ke 37 orang tersebut kemudian dibawa ke Ditreskrimum Polda DIY untuk dilakukan pendataan identitasnya, pengecekan kesehatan, pemberian vitamin dan pembinaan, kemudian dikembalikan ke masyarakat.

Selain sasaran Premanisme, operasi ini juga ditujukan dengan sasaran judi, miras, sajam, narkoba dan penyakit masyarakat lainnya yang dinilai dapat  meresahkan masyarakat.

Penulis : Bangun Handoko (ZLS Jogja)

Syawalan INASSOC DIY dan sosialisasi aturan kepemilikan dan penggunaan Airsoftgun

Sleman - Puluhan Airsofter wilayah Yogyakarta yang tergabung dalam Indonesian Airsofter Association (INASSOC DIY) mengadakan Join Ops sekali...